Apa Saja Perbedaan Antara Reinforced Concrete & Non Reinforced Concrete?

Beton adalah sebuah komponen material yang kini memiliki peran penting dan banyak digunakan pada konstruksi pembangunan. Beton memiliki kandungan kekuatan yang cukup proporsional guna menahan Gaya tekan sehingga dapat digunakan sebagai pilihan yang sangat cocok dan tepat untuk material pembangunan yang anda rencanakan.

Penggunaan material beton juga cukup baik untuk pembangunan gedung-gedung atau gedung yang memiliki tingkat ketinggian biasa. Sebuah bangunan yang menggunakan material beton tentu saja akan memiliki daya tahan yang cukup lama. Kehadiran material beton terhadap sebuah konstruksi bangunan memungkinkan pihak-pihak kontraktor untuk melakukan perawatan yang lebih mudah dan tidak membutuhkan perawatan khusus, karena kualitas beton yang dipasang atau sesuai dengan standar prosedur.

Secara umum beton memiliki susunan yang terdiri dari tiga bahan penyusun dan saling menguatkan antara dengan yang lain. Diantaranya yaitu, bahan pengencer, bahan pengisi dan bahan pengikat. Semua bahan tersebut dapat dipadukan menjadi satu adonan dengan menerapkan perbandingan tertentu dan harus menyesuaikan dengan rancangan semula. Menuju langkah berikutnya, adukan beton yang dituangkan pada bekisting atau sebuah cetakan khusus nantinya akan alami proses pengeringan. Tujuannya adalah agar beton memiliki tingkat kekerasan dan kekuatan yang semakin mumpuni.

Saat ini telah tersedia beragam varian beton yang dapat anda temukan dengan mudah di toko-toko terdekat. Beton yang seringkali digunakan atau mudah kita temui adalah beton yang tersusun dari campuran agregat dan semen. Lantas, apakah yang dimaksud dengan agregat itu? Agregat adalah sebuah material pengisi pada komposisi beton. Sementara semen berfungsi sebagai bahan perekat pada komposisi beton. Hasil dari perpaduan antara kedua bahan tersebut kini telah menghasilkan sebuah beton jenis baru yaitu reinforced concrete atau beton bertulang. Adapun salah satu jenis beton yang tidak memiliki tulangan atau biasa disebut dengan non-reinforced concrete.

Perbedaan Antara Reinforced Concrete dan Non Reinforced Concrete

Terdapat sejumlah perbedaan antara non reinforced concrete dan reinforced concrete. Masing-masing jenis material tersebut memiliki sisi kelemahan dan keunggulan tersendiri. Pastikan anda melakukan perbandingan terlebih dahulu terhadap sisi keunggulan dan kelemahan dari kedua jenis beban tersebut. Tujuannya adalah agar anda dapat menerapkan material yang cocok atau sesuai dengan karakteristik konstruksi pembangunan yang sedang anda kerjakan.

Non Reinforced Concrete.

Merupakan sebuah beton yang tidak memiliki kandungan baja atau besi di bagian dalamnya. Struktur konstruksi yang dimiliki dari beban ini sangat rentan terhadap resiko keretakan. Oleh karena itu, penggunaan beton tidak bertulang atau non reinforced concrete tidak disarankan untuk digunakan pada konstruksi atau bangunan yang memiliki bobot lebih dari kapasitas. Non reinforced concrete sangat cocok apabila diterapkan pada bangunan yang bersifat semi permanen. Meski demikian, keunggulan yang dimiliki dari non reinforced concrete ini adalah bobotnya yang lebih ringan daripada reinforced concrete, hal ini dikarenakan tidak ada tulangan di bagian dalamnya.

Reinforced Concrete

Berbeda halnya dengan non reinforced concrete, pada beton bertulang atau reinforced concrete terdapat sejumlah tulangan atau rangka yang berfungsi untuk menahan gaya tarik yang berasal dari permukaan luar beton. Biasanya komponen material ini diterapkan pada jembatan, gedung bertingkat dan banyak lagi infrastruktur atau bangunan tertentu. Beton yang biasa hanya mampu menahan gaya tekan yang berasal dari luar, namun cenderung rentan terhadap gaya tarikan. Hal inilah yang berbeda dari sifat baja yang mampu menahan tarikan. Sehingga apabila kedua sifat dari material tersebut digabungkan, yaitu mampu menahan gaya tekan dan gaya tarik maka tingkat kecepatannya jauh lebih mendukung.

Mengapa Anda Harus Gunakan Reinforced Concrete?

Sebagaimana yang setelah kami oles pada paragraf sebelumnya, bahwa reinforced concrete merupakan salah satu jenis batuan yang didalamnya terdapat baja berfungsi sebagai tulangan. Keberadaan dari kandungan tulangan tersebut tentu saja membawa dampak positif terhadap kekuatan beton, begitu juga dengan tingkat kekuatannya. Adapun beberapa dampak-dampak positif lain dari adanya tulangan tersebut, di antaranya yaitu:

  • Kekuatan dan daya tekan yang dimiliki dari beton bertulang cenderung lebih kokoh daripada material konstruksi jenis lain
  • Lapisan permukaannya mampu mencegah proses kapilaritas (proses masuknya air melalui celah-celah struktur beton) bahkan tahan api
  • Beton bertulang dia kini jauh lebih kokoh jika dibandingkan dengan material yang lain
  • Tidak membutuhkan estimasi budget perawatan yang tinggi dalam rutinitasnya.
  • Tingkat durabilitas yang tinggi tentu saja menjadi faktor penentu mengapa usia penggunaan dari reinforced concrete cenderung lebih lama jika dibandingkan dengan non reinforced concrete yang memiliki usia penggunaan cenderung pendek.
  • Instalasi dan penggunaan dari jenis hutan ini jauh lebih sederhana dan mudah diterapkan

Jika anda tertarik untuk menggunakan reinforce concrete atau beton bertulang, anda bisa menghubungi pada nomor-nomor yang sudah kami sertakan pada situs ini. Kami pastikan produk-produk yang telah diproduksi dari pabrik kami telah memenuhi uji standarisasi nasional atau disingkat dengan SNI. Sehingga Anda tidak perlu merasa khawatir atau ragu apabila beton bertulang yang anda pesan pada kami diterapkan sebagai komponen konstruksi anda. Untuk informasi dan penawaran lebih lanjut, silahkan hubungi customer service. Kami akan dengan senang hati melayani permintaan dan pertanyaan yang anda ajukan. Harga-harga produk beton yang kami tawarkan tentu saja lebih terjangkau apabila dibandingkan dengan distributor atau supplier lain. Dengan demikian maka estimasi budget pengeluaran anda dapat ditekan semaksimal mungkin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *